Welcome to this blog!

Hope you enjoy~

Tuesday, 13 September 2016

TEKNOLOGI HOLOGRAM



            Teknologi hologram tak terlepas dari peran Ddenis Gabor, fisakawan asal Hungaria yang lahir pada tahun 1900. Gabor memulai pendidikannya di bidang fisika saat umur 15 tahun kemudain menjadi seorang ilmuwan di Inggris. Gabor membuat sebuah penelitian yang kemudian menjadi fondasi holography modern. Gabor menemukan teknologi hologram secara tak sengaja ketika bekerja di perusahaan British Thomson Houston. Saat itu, Gabor meneliti bagaimana memperbaiki mikroskop elektron. Gambar

Thursday, 8 September 2016

Kisah Renungan : Perbedaan dan Persatuan, apakah bisa bergabung?


Orang-orang berdesak-desakan berlari menuju rumah masing-masing. Mengenakan pakaian yang serba putih, cukup sulit membedakan antar satu dan yang lain, terlebih ketika ada yang memiliki wajah yang mirip. Namun, ada seseorang yang sangat mencolok terlihat hanya berdiri diam di tempat menghadap ke arah yang berlawanan dari arah orang lain, Dengan pakaiannya yang serba merah di antara lautan putih, akan sangat mudah untuk melihatnya dengan jelas. Anak ini sering dikatai gila, aneh, bodoh, dan lain sebagainya karena hanya dialah yang menggunakan pakaian dengan warna berbeda serta satu-satunya yang menolak pakaian “persatuan” mereka yang putih suci.



Mengenai situasinya, orang-orang sedang berlari ketakutan dari kedatangan seekor monster dengan ukuran raksasa. Entah sejak kapan monster itu selalu mendatangi desa itu dan membuat kekacauan. Mereka tidak berani melawan monster tersebut karena tidak ada tentara yang bisa membela mereka. Lagipula, tampang monster itu sangat seram dan fisik kekarnya membuat tak seorang pun berani melawannya. Monster itu juga kerap mencuri anak-anak yang tidak berhati-hati dan bermain di luar saat malam. Entah apa yang terjadi pada mereka setelah itu,  yang pasti anak-anak yang telah dicuri tidak pernah kembali lagi.



Semua orang tidak berani ke luar, kecuali anak berbaju merah itu. Saat terdengar suara raungan sang mahkluk jahat, anak berbaju merah itu tenang-tenang saja dan mulai berjalan. Mahkluk itu berusaha menghantamnya dalam satu pukulan, namun serangannya selalu meleset dari sang anak. Orang-orang yang berpakaian serba putih melihatnya ramai-ramai dari balik jendela. Mereka merutuk dalam hati, “Dia memang pantas dijuluki anak gila. Mana ada orang waras yang mau ke luar disaat seekor monster berkeliaran. Terlebih tanpa senjata atau perlindungan yang pasti”



Suara-suara bisikan terdengar ramai dari rumah-rumah Namun si anak tak menghiraukannya. Dia tahu orang-orang sedang mengatainya gila, bodoh, cari mati, tidak waras, dan sebagainya. Tapi, dia sudah bertekad untuk menyelamatkan desanya dari ancaman. Dia tidak peduli mereka mau bilang apa, meski berbeda dia tetap bagian dari masyarakat. Tidak ada salahnya untuk membela bangsa meski tidak mendapatkan dukungan penuh.



Jauh dulu, sebelum dirinya dikatakan aneh, sebelum dirinya dikatakan gila, sebelum dia selalu berpakaian serba merah, sebelum gurunya meninggalkannya, anak ini adalah bagian yang sangat dikasihi oleh masyarakat di sana. Dia selalu terlihat membawa sebuah buku dan pensil ke mana pun ia pergi layaknya seorang kutu buku. Kadang ia membawa buku tambahan untuk dibacanya. Dia merupakan anak yang sangat ramah dan kerap bermain dengan anak-anak di sana. Masa depannya cerah, apalagi dia mendapatkan bimbingan khusus dari seorang guru.

Saturday, 3 September 2016

Pantun Ulang Tahun

Hai semua!

Beberapa hari lalu, saya dan teman-teman merayakan ulang tahun teman kami (yang sengaja kami majukan ke 31 hari sebelumnya karena akan segera menghadapi ujian tengah semester di bulan September). Berbagai persiapan pun kami lakukan, mulai dari waktu, tanggal, kejutan, dan hal-hal kecil lainnya. Ada yang membuat kue (palsu) dari karton dan plastisin, ada yang mempersiapkan confetti buatan dan lilin. Saya sendiri juga mempersiapkan hadiah sendiri selain kejutan tim.
Inuyasha's Sword Tetsaiga